Pengaruh Suhu dan Salinitas Terhadap Daya Tetas (Hacthing rate) Telur Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)

Authors

  • ardnes hasugian uhkbpnp Author
  • Welmar Olfan Basten Barat Program Studi Manajemen Pengelolaan Sumberdaya Perairan UHKBPNP Author

DOI:

https://doi.org/10.59925/w0aajy84

Keywords:

Lates calcarifer, daya tetas, suhu, salinitas, penetasan telur

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) Merupakan salah satu komoditas penting di seluruh dunia terutama di Indonesia. Ikan kakap putih hidup di perairan laut yang memiliki suhu dan salinitas normal, sehingga menarik untuk di teliti. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan salinitas terhadap (Hacthing Rate) daya tetas telur Ikan kakap putih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter utama yang digunakan dalam penelitian ini tingkat penetasan telur (HR), waktu penetasan, dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan (SR) dan parameter pendukung adalah DO dan pH . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan salinitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penetasan telur ikan kakap putih. Hasil terbaik pada suhu 30°C dan salinitas 29 ppt dengan HR (90%) dan hasil terendah pada suhu 34°C dan salinitas 20 ppt dengan HR (57%). Hubungan tingkat penetasan telur yang diberikan perlakuan berbeda membentuk persamaan kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan salinitas mempengaruhi mempengaruhi nilai (SR). Hasil terbaik pada suhu 30°C dan salinitas 29 ppt dengan SR (95%) dan hasil terendah suhu 34°C dan salinitas 20 ppt dengan SR (15%). Hubungan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih yang di berikan perlakuan berbeda membentuk persamaan kuadrat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1) Agustine MUT. 2018. Keragaan benih ikan kakap putih (lates calcarifer) yang dipelihara pada waringapungdi tambak dengan padat tebar berbeda pada fase pendederan. Lampung: Universitas Lampung. 29.

2) Birungi,Z., B. Masola, M. F. Zaranyika, I. Naigaga, dan B. Marshall. 2016. Active biomonitoring of trace heavy metas using fish (Oreochromis niloticusi) as bioindikator species: the case of nakivubo wetland along lak. Physics and Chemistry of the Earth, 32(15): 1350-1358.

3) Hasibuan, R. B., Irawan, H., & Yulianto, T. (2018). Pengaruh suhu terhadap daya tetas telur ikan kakap putih (Lates calcarifer). Intek Akuakultur, 2(2), 49-57.

4) Hatjarjo, T. D. 2019. Rancangan eksperimenkuasi. Buletin Psikologi. 27(2): 187-203.

5) Malik Adham.2020. Analisis Kandungan Nutrisi Tepung Ampas Kelapa Hasil Fermentasi Menggunakan Rhizopus Oryzae Sebagai Pakan Alternatif Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer). Skripsi. Makassar: Universitas Muhammadiyah

MakassarMalik Adham.2020.

6) Musbir., Sudirman., dan A, Mallawa. 2020. Penangkapan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790) Pada Fishing Ground di Perairan Ekosistem Mangrove. Prosiding Simposium Nasional VII Kelautan dan Perikanan 2020.

7) Rahmawati, S., Nurhayati, A., & Wibowo, A. (2020). Pengaruh suhu dan salinitas terhadap daya tetas telur ikan bandeng (Chanos chanos). Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, 12(1), 45–52.

8) Setiawati, S., Latuconsina, H., & Prasetyo, H. D. 2022. Daya Tetas Telur Dan Sintasan Larva Ikan Nilem (Osteochilus Vittatus; Valenciennes, 1842) Pada Media Pemeliharaan Dengan Ph Air Berbeda. Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan (Agrikan Ummu-Ternate). 15(2): 426-431.

9) Supryady, S., Kurniaji, A., Syahrir, M., Budiyati, B., dan Hikmah, N. 2021. Derajat Pembuahan dan Penetasan Telur, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Kakap (Lates calcarifer). Jurnal Salamata. 3(1):7-12

10)Wahyu, W., Eddy, S., & Mutiara, D.2021. Morfometrik Dan Meristik Jenis-Jenis Ikan Ordo Perciformes di Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Indobiosains. 3(2): 9-17.

Published

2026-05-22

How to Cite

Pengaruh Suhu dan Salinitas Terhadap Daya Tetas (Hacthing rate) Telur Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). (2026). Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan , 2(1), 8-15. https://doi.org/10.59925/w0aajy84